Tuesday, 24 December 2013

CIRI BISNIS YANG AKAN GULUNG TIKAR

Pengalamanku sebagai karyawan di perusahaan Jepang membuat diri saya bertambah pengetahuan dalam menilai suatu perusahaan. Dan mungkin yang akan saya tulis ini penilaian dari segi runtuhnya suatu bisnis.
Disini akan saya bagi tiga pengalaman :
1. Pertama, awal saya bergabung di perusahaan Jepang tersebut ( tidak usah disebut PT nya ), saya betul-betul menikmati kesuksesannya karena kuantitas produktifitasnya sangat tinggi. Saya sebagai karyawan tentunya mengikuti managemen yang ada diantaranya saat permintaan barang meningkat maka karyawan harus lebih sering overtime ( lembur ), dari sini otomatis pendapatan perbulan saya cukup tinggi. Masa ini saya alami kurang lebih 5 tahunan.
2. Setelah melewati lima tahun, saya masih berstatus karyawan di perusahaan tersebut akantetapi sudah mulai ada isu-isu yang kurang menyenangkan yakni akan ditutupnya perusahaan. Namun demikian kegiatan produksi masih berjalan stabil sampai saya bekerja menuju 9 tahunan. Mulai tahun ini sudah ada pemandangan yang kurang bagus mengenai kinerja para karyawan. Banyak sekali prilaku karyawan yang tidak menguntungkan perusahaan, salah satu contohnya adalah tidak mematuhi kedisplinan jam kerja.
3. Saya bekerja menuju tahun kesepuluh, dari tahun ini sudah mulai banyak karyawan yang tidak diperpanjang, karyawan dikeluarkan karena ketahuan mencuri barang perusahaan, tidak menentunya proses perekrutan karyawan baru, dan sudah tidak ada kepercayaan kepada tim managemen yang terlihat oleh bawahannya memperkaya diri dengan posisinya. Dan ternyata tahun kesepuluh inilah saya berakhir bekerja di perusaahan tersebut karena perusahaan tersebut menjual sahamnya kepada perusahaan lain yang berdampak PHK kepada karyawan.
Saya menilai bahwa ketika hubungan antara managemen perusahaan dengan karyawan sudah tidak harmonis karena krisis sosial intern maka akan berdampak kepada produktifitas di perusahaan. Inilah yang membuat suatu bisnis akan menemui gulung tikar.

No comments:

Post a Comment